Hindari 7 Kebiasaan Sepele yang Dapat Memicu Kerontokan Kambut Kamu
Hindari 7 Kebiasaan Sepele yang Dapat Memicu Kerontokan Kambut Kamu

Hindari 7 Kebiasaan Sepele yang Dapat Memicu Kerontokan Kambut Kamu

Diposting pada

Banyak orang menginginkan rambut yang kuat dan sehat. Sayangnya masalah-masalah rambut seperti kerontokan menjadi penghalang untuk memiliki rambut idamannya. Meski Kamu sudah melakukan berbagai perawatan, terkadang masalah kerontokan tersebut tak kunjung hilang. Jika hal itu terjadi, maka boleh jadi kebiasaan yang kamu lakukan sehari-hari lah yang menjadi penyebabnya.

Rambut rontok yang dibiarkan begitu saja berpotensi bisa menyebabkan kebotakan. Itu sebabnya, penting bagimu mengetahui berbagai faktor penyebab rambut rontok. Banyak yang tak menyadari bahwa beberapa kebiasaan ini merupakan kebiasaan buruk. Berikut ini adalah kebiasaan buruk yang dapat memicu kerontokan rambut kamu.

1. Sering Keramas dengan Air Panas

Mandi dan keramas dengan air panas memang efektif membuat tubuh kembali segar dan memberikan efek relaksasi. Namun, air panas itu bisa menyebabkan dehidrasi batang rambut, yang akhirnya akan membuat rambut menjadi rapuh, patah dan rontok. Air panas juga akan membilas minyak alami rambut yang menyebabkan kulit rambut jadi kering dan merusak akar rambut. Jika dilakukan terus-menerus, hal ini dapat menjadi sumber terjadinya kerontokan.

2. Menyisir Rambut yang Masih Basah

Menyisir dan menata rambut saat masih basah memang lebih mudah dilakukan. Namun, apabila akar rambutmu telah mengalami kerapuhan dan kering, menyisir rambut yang basah juga bisa membuat rontok. Terlalu keras menggosok rambut dengan handuk juga akan memperparah kerusakan rambut.

Ada baiknya, Kamu selalu menyisir rambut saat kondisinya sudah benar-benar kering. Akan lebih baik lagi jika Kamu membiasakan diri menyisir menggunakan sisir bergigi jarang agar helai rambut yang rontok tidak banyak.

3. Mengikat Rambut Sangat Kencang

Mengikat jadi salah satu trik penataan rambut yang paling mudah dan dipilih banyak orang. Akan tetapi, saat mengencangkan rambut dapat merusak folikel rambut, yang mengarah ke kondisi yang disebut alopecia traksi. Folikel merupakan struktur kulit yang berfungsi untuk menumbuhkan rambut. Pada kasus tertentu, tegangnya folikel rambut bisa menyebabkan alopecia atau kebotakan permanen. Oleh karena itu, sebaiknya hindari mengikat rambut terlalu sering dan kencang, terutama saat tidur.

4. Menggaruk Kepala Terlalu Keras

Rasa gatal yang muncul pada kulit kepala terkadang membuat tangan kita tidak sabar untuk menggaruknya. Perlu diketahui, salah satu pemicu rambut mudah terlepas dari akarnya adalah karena adanya goresan di kulit kepala. Jika kulit kepala terasa gatal, lebih baik kamu mencari penyebab dari rasa gatal tersebut agar kamu bisa menanganinya dengan cara yang tepat.

5. Paparan Berlebih dari Sinar UV

Sinar UVA akan menyebabkan perubahan pigmen pada rambut yang menyebabkan rambut berubah warna jadi lebih terang. Kalau UVB akan menyebabkan penurunan protein pembentuk batang rambut.

6. Stres

Kesehatan mental ternyata juga mempengaruhi kesehatan rambut. Stres bisa memengaruhi kadar hormon, khususnya kortisol, yang bisa menyebabkan rambut rontok. Ketika keseimbangan hormon terganggu karena stres, kerja saraf simpatis akan meningkat dan mengalirkan darah hanya ke organ utama di tubuh saja seperti jantung, otak dan hati. Efeknya, darah yang mengalir ke kulit kepala akan menurun. Dengan begitu, nutrisi rambut juga akan menurun.

7. Terlalu Banyak Menggunakan Alat Penata Rambut

Sering menggunakan hair dryer, catokan, dan pengeriting bisa membuat rambut kamu menjadi rontok. Panas yang sangat tinggi pada penggunaan alat penata rambut ini membuat rambut lebih rawan berjatuhan.Semua pemanasan ini dapat melemahkan batang rambut, serat. Mereka dapat merusak kutikula pada lapisan luar rambut, terutama jika kamu menggunakan panas tinggi atau menggunakan alat seperti catokan setiap hari. Sebaiknya mengatur alat tersebut pada suhu rendah untuk mengurangi risiko kerontokan rambut.

Semua Orang Boleh Menulis Di TRIMUKTI, Mulai Menulis!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *