Penyebab Trauma Otak Gejala Dan Cara Mengatasinya
Penyebab Trauma Otak Gejala Dan Cara Mengatasinya

Penyebab Trauma Otak Gejala Dan Cara Mengatasinya

Diposting pada

Taruma otak merupakan sebuah masalah otak yang mempengaruhi kinerja otak itu sendiri yang terjadi karena syok hebat yang terjadi pada otak anda maupun adanya pendarahan di otak. Namun masalah trauma otak ini masih diklasifikasikan dalam seberapa parah masalah ini terjadi dan lebih dari itu truma otak juga di lihat dari penyebabnya secra rinci baik dari luka pada otak, keretakan tengkorak dan di mana lokasi pendarahan tersebut berada.

Kematian adalah resiko yang paling fatal di sebabkan dari masalah trauma ini. selain itu biasanya akan menyebabkan berbagai komplikasi serius pada penderitanya yang biasanya di mulai dari trauma otak ringan saja.

Tanda-tanda & gejala

Tanda-tanda & gejala trauma otak

Dari beberapa kasus gejala trauma otak ini dalam peyembuhannya para dokter harus mengetahui terlebih dahulu seberapa besar keparahannya. Gejala lain yang muncul biasanya orang yang  mengalami cidera otak ringan juga akan kehilangan kesadaran meski bersifat sementara. Meskipun begitu gejala-gejala tersebut biasanaya akan terjadi secara perlahan-lahan dengan tempo waktu yang lama.

Adapun beberapa gejala-gejala lain diantaranya adalah:

  • Sakit kepala
  • Gangguan perilaku
  • Pusing
  • Vertigo
  • Tinnitus
  • Kelelahan
  • Gangguan tidur
  • Gangguan emosional
  • Kesulitan dalam mengingat
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Berpikir

Berbeda dengan trauma otak ringan pada Trauma otak sedang atau berat dapat mengakibatkan diantaranya dalah:

  • Sakit kepala yang parah,
  • Muntah,
  • Mual,
  • Kejang,
  • Tidak dapat bangun,
  • Mydriasis,
  • Kesulitan berbicara
  • Kelelahan yang parah,
  • Kelumpuhan,
  • Kehilangan koordinasi,
  • Kebingungan,
  • Kegelisahan
  • Agitasi juga dapat terjadi.

Penyebab

Dalam penyebabnya tentunya terjadi benturan secara tiba-tiba di kepala yang berefek pada otak tersebut. Diantara penyebab umumnya antara lain adalah:

  • Cedera pada kepala
  • Kecelakaan mobil,motor
  • Jatuh
  • Diserang atau dipukul
  • Olahraga
  • Tembakan peluru di kepal
  • Tikaman pisau di tulang kepala

Faktor-faktor risiko

Maksud dari faktor di sini adalah beberapa hal yang meningkatkan risiko ini terjadi pada anda

Adapaun Trauma otak adalah kondisi yang bisa terjadi akibat beberapa faktor risiko. Lansung saja kami sajikan agar lebih spesifik kami terlebih dahulu  mengelompok usia-usia yang rentan dan memiliki risiko lebih tinggi terkena masalah ini adalah:

Faktor-faktor risiko trauma otak

  • Anak-anak khususnya pada bayi hingga pada usian balita. Biasanya di sebebkan akibat jatuh saat bermain maupun hal-hal kecil lainnya
  • Orang-orang yang berusia muda khususnya di antara usia 15-24 tahun.pada masa ini kemungkinan adanya hal-hal yang menjadi penyebabnya diantaranya, berkelahi, di keroyok ,terjatuh dari motor maupun tabrakan .
  • Lansia yang berusia 75 tahun ke atas. Biasanya terjadi ketika jatuh di kamar mandi akibat terpeleset.

Obat & Pengobatan

Dalam kasus trauma otak ringan, umumnya hanya dokter akan memberikan observasi dan mengobati gejala-gejalanya (misalnya pemberian obat penghilang rasa sakit untuk sakit kepala). Dan untuk selanjutnya biasanya juga Dalam 24 jam pertama sejak trauma, pasien harus dibangunkan setiap 2 jam untuk memeriksa tanda-tanda dari trauma sekunder. Di lakukan pengbatan dengan Mengonsumsi obat penenang dan mengangkat kepala dapat membantu mengontrol gejala-gejala truma ini terjadi.

Apabila Saat tekanan di dalam tengkorak dan otak terjadi peningkatan, tindakan dokter kepada pasien akan memonitor. Namun Apabila muncul beberapa peradarahan atau ada perdarahan yang parah dan membahayakan kemungkinan akan di lakukan tindakan operasi (contoh: craniotomy untuk mengangkat gumpalan darah yang terdapat pada otak).

Pengobatan di rumah

Untuk prngobatan rumah guna mengatasi masalah trauma otak, biasanya cukup dengan mengubah gaya hidup anda . Berikut upaya-upaya yang bisa anda lakukan demi menghindari dari masalah ini:

  • Gunakan perlengkapan keselamatan helm, peindung kakai dan tangan apabila beraktivitas di jalanan dan olahraga (misalnya bersepeda, skateboarding, atau bermain olahraga ekstrem lainnya )
  • Tetap Patuhi peraturan lalu lintas;
  • Apabila dalam anggota keluarga anda terdapat anak-anak dengan masalah cedera otak, pastikan anak tersebut dibawa ke rumah sakit dan dimonitor setelah cedera pada kepala, khususnya jika cedera berat
  • Jangan mengonsumsi minuman beralkohol apabila akan berkendara, untuk menghindari kecelakaan lalu lintas karena efek mabuk dari alkohol tersebut.
Semua Orang Boleh Menulis Di TRIMUKTI, Mulai Menulis!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *