Campak Gejala Risiko Dan Cara Mengatasinya
Campak Gejala Risiko Dan Cara Mengatasinya

Campak: Gejala, Risiko, Dan Cara Mengatasinya

Diposting pada

Apakah anda tahu Apa itu penyakit campak?

Dalam bahasa kemedisan biasa di sebut juga Rubeola, atau yang lebih dikenal dengan penyakit campak pada umumnya adalah infeksi menular yang disebabkan oleh suatu jenis virus. Sebelum adanya imunisasi campak mulai digalakkan, campak adalah salah satu jenis penyakit endemik yang menyebabkan kematian terbanyak pada setiap tahunnya.

Tanda-tanda & gejala

Di bawah ini adalah hal-hal Apa saja sebagai ciri dan gejala campak?

Gejala campak pada mulanya terjadi sekitar satu sampai dua minggu setelah seseorang terinfeksi  akan virus ini. Gejala  penyakit campak yang paling awal akan  muncul adalah demam tinggi hingga 40 derajat celcius, diikuti dengan munculnya mata merah dan berair, pilek, bersin-bersin, batuk kering, sensitif terhadap cahaya, lelah, dan di sertai nafsu makan yang menurun drastis .

penyakit campak

Setelah itu Dua atau tiga hari munculnya  gejala campak awal tersebut, baru menyusullah gejala campak selanjutnya, yaitu muncul bintik-bintik warna putih keabuan di mulut dan tenggorokan anda.

Kemudian Setelah itu terjadi , akan muncul ruam berwarna merah kecoklatan yang diawali dari sekitar telinga, kepala, leher, dan akan berujung  menyebar ke seluruh tubuh.

Ruam ini akan muncul sekitar empat hari setelah gejala campak awal muncul dan juga dapat bertahan selama 5 hingga 6 hari setelah penyakit ini mulai di ketahui.  Namun lain dengan demam tinggi akibat penyakit ini biasanya malah akan mulai turun pada hari ketiga setelah ruam muncul pada kulit.

Selain itu gejala-gejala di atas , segera lakukan  hubungi dokter jika anak Anda menunjukkan gejala-gejala seperti di  bawah ini diantaranya adalah :

  • Semakin parah nya Demam yang terjadi
  • Ketika tidur Sulit dibangunkan
  • Terjadi Linglung atau terus menerus mengigau
  • Meraskan Kesulitan bernapas dan keluhannya tidak membaik setelah Anda membersihkan hidungnya
  • Merasakan atau Mengeluhkan sakit kepala parah
  • Adanya cairan kuning dari mata
  • Masih mengeluhkan demam walaupun setelah hari keempat ruam timbul
  • Terlihat sangat wajah pucat, lemah, dan terkesan lunglai
  • Terakhir Mengelukan sakit telinga

Apakah ada tahu Apa saja penyebab penyakit campak?

Penyakit jenis  ini disebabkan oleh virus yang sangat menular. Penularan ini dapat terjadi jika menghirup percikan air di udara dari bersin pasien , batuk, atau ludah yang mengandung virus dari penderita ini. Selain hal-hal itu, menyentuh barang yang terkontaminasi virus ini juga bisa menyebabkan Anda mengalami peyakit campak ini.

Meski kebanyakan penyakit ini lebih sering menyerang anak-anak, namun Anda juga dapat terinfeksi akan virus ini apabila sebelumnya anda belum pernah terkena penyakit ini atau belum imunisasi.

Faktor-faktor dan risiko

Di bawah ini Siapa saja yang berisiko terkena penyakit campak?

Ada banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit ini, di antaranya adalah:

  • Pertaman adalah Anak-anak. Penyebaran Penyakit ini paling sering menyerang bayi dan balita karena mereka umumnya belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat dan stabil.
  • Anak atau anda Belum imunisasi campak. Jika Anda belum pernah mengikuti imunisasi campak, Anda dapat berisiko untuk mengalami penyakit ini di kemudian hari.
  • Anda Bepergian ke luar negeri. Jika Anda melakukan bepergian ke luar negeri di mana penyakit ini sering terjadi, Anda juga lebih berisiko terkena penyakit tersebut juga.
  • Kurangnya vitamin A dalam tubuh anda.

Obat & Pengobatan

Obat & Pengobatan penyakit campak

Bagimana cara mengobati penyakit campak?

Pada umumnya prinsip penanganan penyakit ini adalah dengan menggunakan terapi suportif. Karena  virus penyebab penyakit ini bersifat self limiting disease, sehingga penyakit ini idealnya dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan.

1. Banyak istirahat

Kunci mengatasi penyakit campak pada bayi anak adalah dengan memperbanyak istirahat. Maka dari  itu, pastikan anak Anda mengurangi aktivitas fisik dan bermainnya untuk sementara waktu hingga penyakit ini sembuh .

Dengan adanya  istirahat yang cukup, sistem kekebalan tubuh anak Anda pun akan semakin jadi kuat untuk melawan infeksi virus yang berkembang biak di dalam tubuhnya sehingga menjadi lekas sembuh.

2. Batasi kontak dengan lingkungan sekitar

Orang yang terjangkit  penyakit ini harus “diasingkan” sementara waktu di karenakan  penyakit ini bersifat sangat menular dan tentunya bahaya . Oleh karenanya , penting bagi Anda untuk membatasi si kecil kesayangan jauh dari kontak dengan lingkungan sekitarnya, agar penyakit yang ia derita tak menular ke teman-temannya. Namun Jika anak Anda sudah bersekolah, mintalah izin kepada guru untuk tidak masuk sekolah hingga demam dan ruamnya di rasa sudah hilang.

3. Minum banyak air putih

Minum banyak air putih

Penyakit Campak pada bayi dan anak memunculkan gejala awal demam tinggi. Nah terjadinya demam tinggi yang dialami anak saat terserang penyakit ini umumnya akan menguras cairan dan elektrolit tubuh sehingga anak akan lemas.

4. Jangan takut mandi

Banyak orang yang  percaya jika campak pada bayi dan anak tidak boleh kena air karena dapat memperparah bercak merah yang ada di kulitnya. Akibatnya, tidak sedikit orangtua yang tidak memperbolehkan anaknya untuk mandi demi menjauhi akan ketakutan ini.

Padahal faktanya adalah setelah anak sudah tidak mengalami demam lagi, Anda dapat memandikan si kecil kesayangan anda . Hal ini bisa dilakukan untuk mengurangi gatal karena ruam sekaligus memberikan kenyamanan untuk si kecil saat tidur maupun aktifias hariannya.

Semua Orang Boleh Menulis Di TRIMUKTI, Mulai Menulis!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *