Benign Prostatic Hyperplasia BPH Atau Penyakit Pembesaran Prostat Jinak
Benign Prostatic Hyperplasia BPH Atau Penyakit Pembesaran Prostat Jinak

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) Atau Penyakit Pembesaran Prostat Jinak

Diposting pada

Pada kasus kali ini merupakan suatu masalah yang sering terjadi pada pria. Karena pada dasarnya penyakit Benign Prostatic Hyperplasia atau (BPH) merupakan sebuah kondisi dimana seorang pria mengalami masalah  prostat  jinak atau dalam artian lain kelenjar prostat pada pria mengalami pembesaran.

Yang harus anda lebih ketahui sebelumnya bahwa Kelenjar prostat ini merupakan bagian berbentuk kacang kenari yang merupakan bagian salah satu dari sistem reproduksi pria. Selain itu, dalam funginya sendiri kelenjar prostat ini mempunyai peran sebagai penghasil cairan yang penting guna membentuk kesuburan pada laki-laki.

Benign Prostatic Hyperplasia

Untuk pertumbuhannya sendiri kelenjar prostat pada laki-laki ini mempunyai 2 periode pertumbuhan. Yang pertama yaitu pada saat seorang laki-laki mengalami pubertas, dan yang kedua terjadi pada laki-laki berusia 25 tahun. Untuk kasus yang lebih sering terjadi di masyarakat kabanyakan menimpa pada periode pertumbuhan ke dua.

Akibat adanya masalah tersebut, seiring dengan berlanjutnya usia biasanya akan menimbulkan masalah seperti pada dinding kandung kemih yang melemah dalam fungsinya dan akibatanya dapat menimbulkan kekurang efektifan dalam mengeluarkan keseluruhan air kencing. Beberapa masalah juga akan timbul jika seseoran sudah mengalami masalah tesebut seperti inkontinensia urinasi, yaitu sebuah masalah yagn mengakibatkan seseorang kehilangan kendali terhadap kandung kemih.

Tanda-tanda & gejala Benign Prostatic Hyperplasia

Tanda-tanda & gejala Benign Prostatic Hyperplasia

Untuk tanda-tanda serta gejala yang paling umum di alami oleh seorang dengan masalah Benign Prostatic Hyperplasia ini ada beberapa macam dintaranya adalah sebagai berikut:

  • Kesulitan memulai keluarnya aliran urin saat buang air kecil,
  • Mengalami masalah saat mencoba kesulitan menghentikan tetesan terakhir urin saat buang air kecil
  • pada malam hari sering Merasa ingin buang air kecil
  • terlihat pada Aliran urin yang lemah
  • sering merasakan pada kandung kemih belum sepenuhnya kosong setelah buang air kecil
  • Kesulitan dalam mengosongkan kandung kemih,
  • Muncul seperti perasaan ingin buang air kecil setelah buang air kecil,
  • Kadang juga memiliki rasa sakit saat buang air kecil
  • Kesulitan dalam menampung air kencing.

Faktor-faktor risiko Benign Prostatic Hyperplasia

Di bawah ini merupakan beberapa faktor utama yang menyebabkan seseorang rentan akan terkena masalah Benign Prostatic Hyperplasia, diantaranya adalah:

Usia.

Pada kasus ini pria mengalami gejala sedang hingga parah di usia 60 tahun, dan sekitar 50% pada usia 80 tahun.

Sejarah keluarga.

Jika di keluarga Anda memiliki penyakit ini, Anda juga akan memiliki risiko yang lebih besar.

Kondisi kesehatan.

Beberapa kondisi kesehatan lain yang dapat mengakibatkan masalah ini  adalah:

  • diabetes tipe 2,
  • penyakit jantung,
  • penyakit peredaran darah,
  • konsumsi beta blockers

Disfungsi ereksi.

Bagi orang yang mengalami impotensi lebih beresiko  terkena  benign prostatic hyperplasia.

Gaya hidup.

Bagi orang denga Obesitas dan tidak aktif dapat meningkatkan risiko benign prostatic hyperplasia.

Pengobatan di rumah Benign Prostatic Hyperplasia

Pengobatan di rumah Benign Prostatic Hyperplasia

Pengobatan rumah ini di tujukan agar anda melakukan perubahan gaya hidup yang lebih sehat dengan kebiasaan-kebiasaan atau rutinitas sehari-hari anda di rumah, dan jangan lupa untuk tidak meninggalkan saran dan beberapa anjuran yang telah di sampaikan dokter. Dengan kebiasaan dan tetap menjaga anjuran dari dokter ini, anda diharapkan dapat terbebas dan mengatasi masalah Benign Prostatic Hyperplasia dengan mudah.

Dintara perubahan gaya hidup yang bisa anda terapkan di rumah guna mengatasi Benign Prostatic Hyperplasia adalah:

  • Lakukan “double voiding” yaitu sebuah teknik dengan buang air kecil secara dua tahap. Pertama dengan buang air kecil sebanyak mungkin, kemudian beristirahat untuk beberapa saat, dan ke dua buang air lagi.
  • Coba dengan buang air kecil cara duduk, bukan berdiri.
  • Minum banyak cairan baik untuk kesehatan Anda. agar anda tidak mengalami dehidrasi.
  • membatasi asupan cairan pada malam hari, agar anda tidak sering bangun untuk buang air kecil.
  • Dan yang terakhir Hindari kafein dan alkohol. Mengonsumsi jenis minuman tersebut dapat membuat Anda buang air kecil lebih sering.
Semua Orang Boleh Menulis Di TRIMUKTI, Mulai Menulis!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *