Abses Anal. Penyakit Yang Menyerang Anus
Abses Anal. Penyakit Yang Menyerang Anus

Abses Anal. Penyakit Yang Menyerang Anus

Diposting pada

Abses Anal atau dalam istilah kedokteran lain di sebut dengan Abses perianal. Penyakit ini merupakan kondisi dimana seseorang mengalami masalah pada anus. Dalam pengertian lain penyakit Abses perianal ini adalah anus yang pada rongga rektrum terdapat nanah. Perlu untuk anda ketahui bahwa bagian rektrum ini merupakan bagian terakhir dari usu besar anda dimana usus ini menjadi temapat tinja sebelum tinja tersebut di keluarkan melalui anus anda. selain itu untuk lebih rinci nya lagi, pada proses rektrum dan kelanjar dubur ini saling berinteraksi maka akan membentuk suatu lubang-lubang kecil yang terisi dengan nanah.

Yang perlu anda waspadai adalah apabila anda seorang laki-laki. Karena menurut penelitian yang di lakukan oleh dokter menyatakan bahwa seseorang dengan jenis kelamin laki-laki akan lebih rentan dengan penyakit ini. sedangkan untuk rentan pada usia manusia, bisa menyerang pada siapapun itu. Untuk mengetahui beberapa cara dan penyebab dari penyakit ini bisa anda dapatkan lebih lanjut di bawah ini.

Tanda-tanda & gejala Abses Anal

Tanda-tanda & gejala Abses Anal

Untuk tanda-tanda dan gejala dari penyakit Abses Anal ini biasanya pada pasian akan mengalami beberapa hal diantaranya adalah sebagai berikut:

  • terasa berdenyut pada rektum
  • menjadi lebih parah ketika bergerak atau saat melakukan peregangan
  • demam,
  • sembelit,
  • kesulitan dalam buang air kecil.
  • Kadang-kadang rektum dapat terasa panas,
  • nyeri
  • bengkak

Penyebab Abses Anal

Sedangkan untuk penyebab penyakit dari Abses Anal ini biasanyan yang di derita oleh pasien pada umumnya adalah di sebabkan oleh munculnya bakteri di sekitar rektrum yang dari bakteri ini akan menyebabkan peradangan. Biasanya kebanyakan bakteri penyebab masalah ini tinggal pada usus besar anda dan juga pada kulit yang berada pada kulit dekat anus.

Selain penyebab utama di atas, penyakit Abses Anal ini juga dapat di sebabkan oleh infeksi luka yang terletak pada anal, gangguan usus, penyakit Crohn, divertikulitis usus besar, dan juga infeksi menular seksual lainnya.

Faktor-faktor risiko Abses Anal

Faktor-faktor risiko Abses Anal

Faktor-faktor Risiko disini di maksudkan guna anda mengetahui hal-hal apa saja yang menjadikan anda lebih rentan terkena penyakit Abses Anal ini. Dan diharapkan setalah anda mengetahui dari beberapa faktor-faktor risiko tersebut anda bisa berhati-hati ketika anda dalam kondisi seperti di bawah ini.

Diantara  yang meningkatkan seseorang lebih rentan terkena penyakit Abses Anal ini adalah:

  • anda melakukan Seks anal
  • masalah kesehatan Diabetes
  • mempunyai Radang usus (penyakit Crohn dan kolitis ulserativa)
  • dalam masa Penggunaan obat kortikosteroid
  • terdapat Sistem kekebalan tubuh yang melemah (seperti karena HIV / AIDS)
  • selain beberapa faktor itu, perlu anda waspadai adalah Penyakit ini juga dapat terjadi pada bayi atau anak-anak anda, usia muda dan orang-orang dewasa dengan riwayat luka pada anusnya.

Pengobatan di rumah Abses Anal

Pengobatan rumah ini di tujukan agar anda melakukan perubahan gaya hidup yang lebih sehat dengan kebiasaan-kebiasaan atau rutinitas sehari-hari anda di rumah dan jangan lupa untuk tidak meninggalkan saran dan beberapa anjuran yang telah di sampaikan dokter. Dengan kebiasaan dan tetap menjaga anjuran dari dokter ini anda diharapkan dapat terbebas dan mengatasi masalah Abses Anal dengan mudah.

Dintara perubahan gaya hidup yang bisa anda terapkan di rumah guna mengatasi Abses Anal adalah:

  • jika anda mengalami penyakit ini Anda harus segera melakukan pengobatan. Di karenakan Abses perianal yang tidak diobati dengan tepat dapat menyebar ke jaringan lain dan membuat kondisi yang lebih parah lagi.
  • Jangan lupa untuk segera Hubungi dokter Anda jika memiliki rasa sakit pada dubur disertai demam
  • Jangan lupa untuk Hubungi dokter Anda jika Anda melihat keluarnya nanah di rektum atau anus Anda
  • Jangan lupa untuk Hubungi dokter Anda jika Anda mengalami keluarnya cairan yang berkepanjangan pada bagian yang dioperasi, demam, atau sakit setelah operasi
  • Dan yang terkahir adalah dengan cara meredakan nyeri setelah operasi dengan duduk dalam air hangat 3-4 kali sehari dan minum obat pereda sakit
Semua Orang Boleh Menulis Di TRIMUKTI, Mulai Menulis!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *