Simak Berbagai Macam Pemberian Pupuk Pada Tanaman Yang Baik Dan Benar, Agar Pupuk Tidak Terbuang Sia-Sia

4 Cara Pemupukan Tanaman Yang Baik Dan Benar

Diposting pada

Metode pemberian pupuk merupakan salah satu cara yang harus anda ketahui. Karena untuk saat ini saja ada beberapa jenis pupuk dan tentu saja akan berbeda dalam setiap pengaplikasiannaya. Selain itu, kadang juga masyarakat sering melakuakan kesalahan pada saat aplikasikan pupuk pada tanaman dan ini mengakibatkan kekurangefektifan pupuk yang masuk pada tanaman. Lebih fatalnya nya lagi, kesalah dalam pemberian pupuk ini akan berakiabat keterbuangan pupuk dengan sia-sia dan hanya terserap oleh tanah saja dan tanpa mengasilkan efensiesi pada tanaman.

Untuk itu, pada kesempatan kali ini kami akan memberikan bebrapa panduan yang memberikan beberapa langkah mudah pemberian pupuk berdasarkan material pupuk itu sendiri. Jika anda sudah mengetahui cara pengaplikasiannya bisa di pastikan pupuk ini akan memberikan nutrisi penuh yang di butuhkan oleh tanaman anda. dan timbal balik dari proses ini tentunya tanaman anda akan menghasilkan hasil yang berlimpah.

Disebar (broadcasting)

Disebar (broadcasting)

Cara yang pertama merujuk pada mengoptimalkan fungsi akar pada tanaman yaitu dengan metode broadcasting atau penyebaran pupuk. Caranya adalah:

  • meyebar pupuk yang anda punya dengan merata di tanah-tanah atau sekitar pertanaman pada waktu pembajakan/penggaruan terakhir
  • biasanya pada proses ini dilakukan sehari sebelum tanam di mulai
  • lakukan injak-injak agar pada pupuk agar masuk ke dalam tanah dengan baik
  • metode ini biasa di aplikasikan pada memupuk tanaman padi, jenis tanaman kacang-kacangan atau jenis tanaman yang mempunyai jarak tanam rapat

Larikan atau Barisan (ring placement)

Dalam metode yang kedua ini adalah dengan cara larikan atau barisan dalam pemberian pupuk. Adapun pemberian pupuk ini lebih mengarah pada tanaman yang bermasa tahunan.

Cara ini pemupukan menggunakan metode ini biasanya dilakukan dengan pertimbangan beberapa hal seperti berikut:

  • anda mempunyai pupuk yang relatif sedikit,
  • jenis tanaman yang anda punya terletak atau mempunyai jarak antartanaman cukup jarang dan berjalur,
  • pada daerah anda memiliki kesuburan tanah rendah,
  • bisa di aplikasikan jika tanaman anda dengan jenis tanaman yang memiliki perkembangan akar yang sedikit,
  • cocok untuk tanah tegalan atau darat.

Ditempatkan dalam Lubang (spot placement)

Ditempatkan dalam Lubang (spot placement)

Untuk metode selanjutnya adalah dengan di tempatkan pada lubang pada media tanam. Istilah ini pula dalam budidaya disebut dengan spot placement. Dimana cara pengaplikasiannya adalah sebagai berikut:

  • Membuat lubang sedalam kurang lebih 10 cm
  • Masukkan pupuk dan tutup dengan tanah lagi
  • Cara lain adalah setelah pupuk masuk pada lubang lakukan penyiraman di smping pupuk dengan jarak 5-10 cm dari pangkal batang

Pemupukan Melalui Daun Tanaman (Spraying)

Untuk metod satu ini tentunya anda sudah tidak asing lagi yaitu dengan cara penyemprottan atau Spraying. Namun biasanya cara ini di pilih merujuk pada pemupukan daun saja. Cara yang paling mudah ini adalah dengan:

  • Larutkan pupuk terlebih dahulu pada sebuah wadah dengan ukuran tertentu
  • Campur dengan air
  • Anda bisa langsung menyemprotkan ke tanaman menggunakan alat seperti hand sprayer dan sejenisnya.
  • Hal-hal wajib yang perlu di perhatiakan sebelum melakuakan penyemprotan pada tanaman:
  • Pastikan benar dengan keterangan yang terdapat pada pupuk
  • Jika pupuk mempunyai konsentrasi rendah anda bisa mempercepatnya 2 kali
  • Pastikan menyemrot di bawah daun bukan di atas karena stomata berada di bawah.
  • Hindari penyemprotan pada terik matahari dan juga saat hujan karena akan sia-sia.
  • Waktu ideal penyemprotan sore dan pagi
  • Penyemprotan pupuk juga bisa di barengkan dengan pemberian perstisida tetapi bukan pestisida yang mempunyai zat perekat karena pestisida akan menutup pupuk anda. efeknya daun akan mati atau seperti terbakar.

Hal-hal yang di Larang dalam melakukan peyemprotan daun tanaman:

  • Pada saat tunas telah muncul.
  • Pada saat bunga mulai mekar, karena bakal buah yang dinanti-nanti akan rontok.
  • Tanaman yang baru saja di pindah
Semua Orang Boleh Menulis Di TRIMUKTI, Mulai Menulis!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *